PROFIL PONDOK PESANTREN AL-ANSHAR
WONOSALAM SUKOHARJO NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA
A. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Al-Anshar
Dilatarbelakangi kebutuhan pendidikan agama untuk anak-anak di Desa Sukoharjo Ngaglik Sleman khususnya sekitar dusun Wonosalam, Kencuran dan sekitarnya maka dirintislah program pendidikan usia dini dengan nama Tarbiyatul Aulad (TA) Al-Anshar pada tahun 2001. Karena kebutuhan akan pendidikan agama yang lebih untuk jenjang berikutnya, maka pada tahun 2010 dirintislah berdirinya Pondok Pesantren Al-Anshar yang lebih representatif.
Untuk kelengkapan administrasi, Pondok Pesantren Al-Anshar telah mendaftarkan diri di Kemenag Propinsi DIY dengan No. Piagam: E04171 tertanggal 1 April 2004 dan Kantor Kemenag Sleman tercatat pada Piagam Izin Operasional No. 046 Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) : 510034041052.
Secara resmi Pondok Pesantren Al-Anshar berdiri tanggal 03 Mei 2010, di bawah naungan Yayasan Asy-Syariah dengan Akte Notaris Muhammad Agus Hanafi SH No. 01 Tanggal 03 Mei 2010 dengan bimbingan Al-Ustadz Syafrudin hafizhahullah. Didukung oleh segenap komunitas kaum muslimin ahlus sunnah di wilayah Sleman Jogjakarta.
Pondok Pesantren Al-Anshar berdiri di areal tanah seluas 4.150 m2 dengan luas bangunan 1.444 m2 . Dari luas area tersebut 2.670 m2 adalah tanah wakaf dengan ikrar wakaf No: W.5/198/KP/13/Tahun 2012. Bangunan yang ada sebagian berdiri di atas tanah milik Pondok Pesantren dan sebagian berupa lahan yang di sewa serta bangunan milik warga yang dengan kerelaan di pinjamkan.
Pondok Pesantren Al-Anshar terletak di Jalan Hadi Mulyono, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Lokasi pesantren cukup baik untuk suasana belajar. Pondok Pesantren Al-Anshar didirikan di atas sebidang tanah wakaf dari Keluarga Bapak Hadi Mulyono yang berlokasi di Dusun Wonosalam, Sukoharjo Ngaglik Sleman. Kemudian secara bertahap bangunan ditambah menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan ruangan.
Bulan Juli 2004 setelah selesainya pembangunan Pondok Pesantren tahap pertama untuk pertama kali mulai membuka pendaftaran santri baru program pendidikan Marhalah Ula untuk anak usia 7 – 12 tahun. Program ini merupakan kelanjutan dari Tarbiyatul Aulad (TA) sekaligus menampung lulusan TA yang ada. Target yang ingin dicapai dengan program ini adalah mendidik anak-anak muslimin menjadi penghafal Al-Qur’an dengan bacaan yang baik dan benar serta membekali para santri / santriwati dengan dasar-dasar ilmu agama. Program ini dibagi dua yaitu Marhalah Ula lil banin (untuk anak laki-laki) dan Marhalah Ula lil banat (untuk anak perempuan).
Mulai tahun 2010 Pondok Pesantren Al-Anshar mulai membuka program Marhalah Tsaniyah putri untuk menampung lulusan dari program Marhalah Ula putri. Program ini telah meluluskan 1 ( satu ) angkatan pada tahun 2013. Sebagai kelanjutannya di tahun ajaran 2013 Pondok Pesantren membuka program lanjutan Mu’allimin (I’dad). Program ini ditujukan untuk membekali santri-santriwati dengan ilmu agama sehingga diharapkan bisa terjun ke masyarakat dan mengajarkan ilmu yang telah diperolehnya. Sekaligus mempunyai kemampuan untuk menuntut ilmu pada jenjang yang lebih tinggi kepada para ulama.
Sesuai perencanaan pada tahun ajaran 1436 H / 1437 H atau 2015/2016 Pondok Pesantren Al Anshar alhamdulillah sudah memisahkan program Tarbiyatul Aulad lil Banin (laki-laki) dengan Tarbiyatul Aulad lil Banat (perempuan) pada lokasi dan pengajar yang berbeda. Diharapkan dengan pemisahan tersebut lebih bisa mendapatkan hasil belajar yang lebih optimal. Lokasi Tarbiyatul Aulad lil Banat (putri) berlokasi pada tanah Pondok Pesantren di bagian selatan jalan Dusun Wonosalam, sedangkan Tarbiyatul Aulad lil Banin (putra) telah menempati gedung baru yang berada di sebelah selatan Ma’had Al-anshar.
Selain kegiatan tarbiyah (pendidikan), Pondok Pesantren Al-Anshar khususnya diberi amanah dan kepercayaan oleh komunitas Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah se-Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Dauroh Tahunan untuk para da’i Ahlus Sunnah Wal Jama’ah se-Indonesia. Tercatat sudah 16 ( enam belas) kali penyelenggaraan sejak tahun 2005. Pada kegiatan tersebut dihadirkan para ulama (masyayikh) Timur Tengah untuk mengajarkan ilmu sekaligus menjawab persoalan-persoalan dakwah yang sedang berkembang.
Para Ulama/masyayikh yang pernah dihadirkan antara lain :
- Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri ulama besar dari Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari dari Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Abdullah bin Shalfiq dari Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Khalid bin Zhahwi Azh-Zhafiri dari Kuwait
- Asy-Syaikh Ali bin Yahya Al-Haddadi dari Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Muhammad bin Ghalib Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Badr bin Muhammad Al-Badr Saudi Arabia
- Asy-Syaikh Ali bin Husain Asy-Syarafi dari Yaman
- Asy Syaikh Badr azh-Zhafiri dari Saudi Arabia
B. Letak Geografis
Pondok Pesantren Al-Anshar berlokasi di area kaki Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Wonosalam, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun lokasi koordinat adalah 7°41’28.3″S 110°25’50.3″E. Akses menuju lokasi Pondok Pesantren cukup mudah karena jalan masuk sudah beraspal. Lingkungan sekitar boleh dikatakan cukup kondusif untuk belajar, udara sejuk, dan cukup jauh dari kebisingan jalan raya.
C. Visi dan Misi Pondok Pesantren
Visi :
Menyebarkan dan mendakwahkan agama Islam yang haq berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.
Misi :
- Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berlandaskan Al Qur’an dan Hadits shahih yang berkesinambungan bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
- Menyelenggarakan majelis-majelis taklim bermanhaj ahlus bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
- Mendakwahkan agama yang haq kepada masyarakat muslimin secara umum.
D. Sarana dan Prasarana
Pondok Pesantren Al-Anshar berdiri di areal tanah seluas 4.150 m2 dengan luas bangunan 1.444 m2 . Dari luas area tersebut 2.670 m2 adalah tanah wakaf dengan ikrar wakaf No: W.5/198/KP/13/Tahun 2012. Bangunan yang ada sebagian berdiri di tanah milik Pondok Pesantren dan sebagian bangunan berdiri di atas tanah sewa milik warga sekitar. Adapun bangunan / fasilitas yang telah ada antara lain :
1. Masjid Al-Anshar
Berdiri di tengah-tengah lingkungan Pondok Pesantren dengan luas 324 m2, bisa menampung sekitar 500 jama’ah. Merupakan tempat ibadah, kegiatan belajar mengajar dan berbagai kegiatan Pondok Pesantren.
2. Asrama Guru, Santri I’dad Mu’allimin
1 ( satu ) ruangan untuk santri dan guru di bagian banin, dan 2 ( dua ) ruangan di bagian banat.
3. Ruang Guru
Terdiri atas 4 ( empat ) ruangan, 1 ( satu ) ruang guru / pengajar laki-laki (ikhwan) dan 2 (dua ) ruang di bagian banat, 1 ( satu ) ruangan di Bagian Tarbiyatul Aulad.
4. Ruang Belajar Santri / Santriwati
Terdiri 9 ( sembilan ) kelas untuk Marhalah Ula dan Tsaniyah putra , 11 ( sebelas ) kelas untuk Marhalah Ula dan Tsaniyah putri serta 6 ( enam ) kelas untuk Tarbiyatul Aulad.
5. Ruang Tamu
Berlokasi di samping Masjid Al-Anshar, sekaligus sebagai ruang perpustakaan untuk kitab-kitab induk.
6. Perpustakaan
Ada 3 (tiga) ruangan yaitu masing-masing 1 ( satu ) di ruang tamu Pondok Pesantren, 1 ( satu ) ruangan untuk bagian putra dan 1 ( satu ) ruangan di bagian putri.
7. Fasilitas MCK
Tersedia tempat wudhu dan MCK di beberapa lokasi dengan jumlah total 17 ( tujuh belas ) toilet, 3 ( tiga ) ruang cuci dan 1 ( satu ) tempat wudhu di masjid.
8. Dapur
Dapur utama yang berlokasi di bagian Pondok Putra (Banin), untuk menyuplai semua kebutuhan konsumsi di Pondok Pesantren. Adapun 1 lokasi dapur di bagian Pondok Putri untuk mendukung konsumsi Pondok Putri yang tinggal (mukim) di Pondok Pesantren.
9. Lapangan Olah Raga dan Area Bermain
Di masing-masing bagian banin maupun banat terdapat halaman yang bisa digunakan kegiatan olahraga dan aktifitas bermain anak-anak pada jam istirahat. Selain itu Pondok Pesantren telah menyewa tanah kas desa yang diperuntukkan untuk kegiatan olahraga santri banin (putra), juga kegiatan masyarakat sekitar Pondok Pesantren. Lapangan ini juga digunakan untuk kegiatan sholat hari raya setiap tahunnya. Berlokasi sekitar 300 m dari Pondok Pesantren. Dengan keberadaan lapangan ini diharapkan para santri dan anak-anak di sekitar Pondok Pesantren bisa bermain di satu lokasi sehingga lebih mudah dalam mengontrolnya. Juga mengurangi efek negatif lain karena bermain di tempat yang jauh dari Pondok Pesantren.